Pengertian Gurindam

Posted on

Pengertian Gurindam – Bagi kalian para pecinta karya sastra tahukah kalian jika tidak hanya pantun dan puisi saja yang perlu dipelajari. Tetapi ada juga sebuah karya sastra yang namanya gurindam.

gurindam

Sebuah bentuk karya sastra lama yang memiliki ciri khas sebagai pembeda dengan jenis karya sastra lainnya. Pembeda itu dimulai dari definisi gurindam, ciri-ciri, jenis – jenis dan juga contohnya dengan jenis karya sastra lain seperti puisi ataupun pantun.

Pengertian Gurindam

Gurindam berasal dari bahasa Tamil (India) “kirindam” yang memiliki makna sebagai perumpamaan. Gurindam merupakan bagian dari karya sastra. Karya sastra pendek ini dibawa oleh orang India yang tentunya juga memiliki pengaruh dari kesusastraan Hindu.

Pengertian Gurindam adalah bentuk puisi lama yang ditandai dengan adanya dua baris kalimat ber-rima sama tapi dalam satu kesatuan. Secara definisi, gurindam bisa diartikan sebagai karya sastra lama yang berbentuk mirip seperti puisi serta terdiri atas dua baris kalimat dengan sajak (rima) yang sama. Biasanya gurindam terdiri lebih dari satu bait. Pada baris pertama, gurindam biasanya berisi sebuah persoalan atau syarat, lalu pada baris kedua gurindam akan menjawab persoalan pada baris pertama.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, gurindam merupakan sajak dua baris yang mengandung sebuah petuah atau nasihat, misalnya baik-baik memilih kawan, salah-salah bisa jadi lawan (KBBI, 2008: 469). Sama halnya seperti jenis karya sastra yang lain, gurindam juga bertujuan sebagai sarana pendidikan serta hiburan.

Gurindam identik dengan pantun nasehat. Padahal, pada dasarnya kedua jenis karya sastra ini adalah berbeda. Gurindam hanya terdiri dari dua larik saja dalam satu bait, sedangkan pantun bisa terdiri lebih dari empat larik. Berikut ini merupakan beberapa ciri khas gurindam yang bisa membedakannya dengan jenis karya sastra yang lain.

Baca Juga: Surat Lamaran Kerja

Ciri-ciri

Setelah kalian mengetahui definisi di atas kita akan membahas tentang ciri – cirinya, maka kalian perlu mengetahui ciri – cirinya sebagai langkah awal supaya bisa membuat gurindam dengan benar.

  • Pada satu bait hanya terdiri dari dua kalimat (dua baris) saja.
  • Terikat oleh rima di setiap baitnya.
  • Di setiap baitnya bersajak A – A, B – B, C – C, D – D, dan seterusnya
  • Gurindam bisa terdiri dari banyak bait.
  • Tiap bait dalam gurindam memiliki kaitan maupun hubungan sebab akibat.
  • Makna atau artinya mengandung sebuah nasehat atau petuah.
  • Masing-masing barisnya maksimal terdiri dari 10 kata.
  • Dalam satu bait memiliki 2 baris, di mana baris pertama merupakan sampiran, dan baris kedua adalah isi.

Jenis-jenis Gurindam

Apabila dilihat dari barisnya, ada 2 macam bentuk gurindam, yakni gurindam berkait serta gurindam berangkai. Di bawah ini merupakan pengertian serta contoh-contoh dari msing-masing jenis gurindam.

Gurindam Berkait

Gurindam berkait adalah salah satu bentuk gurindam yang di mana bait pertamanya akan berhubungan dengan bait selanjutnya dan juga pada bait berikutnya.

Contoh:

Sebelum berbicara berfikir dahulu
Supaya tak tersinggung hati temanmu.

Jika kau berbicara semaumu 
Tentu banyak yang membencimu.

Barang siapa tidak mempunyai agama
Pastilah sesat hidupnya di dunia.

Barang siapa yang hidupnya tidak ingin sesat di dunia dan akhirat
Maka segeralah cepat-cepat bertaubat sebelum terlambat

Gurindam Berangkai

Gurindam berangkai adalah suatu jenis gurindam yang mempunyai kata yang sama pada setiap baris pertama baitnya.

Contoh:

Temukan apa yang dimaksud sahabat
Temukan apa yang dimaksud maksiat
Janganlah menjadi orang yang memelas
Nanti kau menjadi orang yang malas