Vulkanisme: Pengertian & Gejala-gejalanya

Posted on

Pengertian Vulkanisme dilengkapi dengan gejala-gejalanya akan kami uraikan secara sederhana agar bisa dengan mudah Anda pahami. Untuk pembahasan lebih lanjut, silahkan simak penjelasannya di bawah ini.

vulkanisme

Siapa yang sudah mengenal vulkanisme? Vulkanisme merupakan pergerakan magma yang berada di dalam perut bumi. Magma tersebut berbentuk cair serta berpijar. Magma tersebut bergerak naik ke permukaan bumi melalui diatrema, yakni saluran yang mirip pipa. Apabila sudah sampai di permukaan bumi, magma berubah nama menjadi lava.

Untuk mengetahui lebih dalam mengenai vulkanisme, silakan simak ulasannya di bawah ini.

Pengertian

Vulkanik didefinisikan sebagai tempat munculnya batuan leleran serta rempah lepas gunung api yang berasal dari dalam bumi, jenis atau kegiatan magma yang sedang berlangsung dan bentuk timbulan dipermukaan bumi yang dibangun oleh timbunan rempah gunung api. Definisi yang lain menyatakan bahwa gunung api adalah tempat dimana magma keluar ke permukaan bumi.

Dari definisi di atas bahwa bentuk luar dari suatu gunung api tidak harus selalu berbentuk kerucut melainkan bisa juga berbentuk lain yaitu hanya berupa lubang kepundan saja atau bentuk lain sebagai rekah memanjang.

Vulkanisme adalah semua peristiwa yang berhubungan dengan magma yang keluar mencapai permukaan bumi melalui retakan dalam kerak bumi atau melalui sebuah pita sentral yang biasa disebut terusan kepundan atau diatrema. Magma yang keluar hingga ke permukaan bumi disebut lava. Magma bisa bergerak naik karena mempunyai suhu yang tinggi dan mengandung gas-gas yang mempunyai cukup energi untuk mendorong batuan di atasnya.

Di dalam litosfer magma menempati suatu kantong yang disebut dapur magma. Kedalaman dapur magma adalah penyebab perbedaan kekuatan letusan gunung api yang terjadi. Pada umumnya, semakin dalam dapur magma dari permukaan bumi, maka semakin kuat letusan yang ditimbulkannya. Lamanya aktivitas gunung api yang bersumber dari magma ditentukan oleh besar atau kecilnya volume dapur magma. Dapur magma inilah yang merupakan sumber utama aktivitas vulkanik.

Gejala-gejala

Magma sebagai masa silikat cair pijar sangat giat melakukan gerakan ke segala arah baik secara vertikal, miring, menyusup atau mendatar, yang bergerak dipermukaan bumi maupun hanya di dalam bumi. Bagian bumi tempat keluarnya magma disebut gunung berapi, sedangkan gerakan magma yang bisa mengangkat lapisan batuan yang cembung ke atas serta mengikis ruangan yang gejala-gejala vulkanisme tersebut meliputi :

Intrusi Magma

Yaitu proses penerobosan magma ke dalam litosfer namun tidak bisa mencapai permukaan bumi. Intrusi magma menghasilkan bentukan-bentukan di dalam dapur magma.

  • Batolit, adalah magma yang membeku di dalam dapur magma.
  • Lakolit, adalah batuan beku yang terbentuk dari resapan magma dan membeku diantara dua lapisan batuan berbentuk lensa cembung.
  • Sill/keeping intrusi, adalah batuan beku yang berbentuk diantara dua lapisan batuan, berbentuk pipih dan melebar.
  • Gang, adalah magma yang memotong lapisan batuan dengan arah tegak/miring, berbentuk pipih dan melebar.
  • Apofisa, adalah batuan beku yang berbentuk dicabang-cabang gang, berukuran kecil.

Ekstrusi Magma

Ekstrusi magma, merupakan proses keluarnya magma dari dalam Bumi dan sampai ke permukaan Bumi. Beberapa material yang dikeluarkan dari aktivitas ekstrusi magma antara lain:

  • Lava, adalah magma yang keluar sampai ke permukaan Bumi dan mengalir hingga ke permukaan Bumi;
  • Lahar, adalah material campuran antara lava dengan materi-materi yang ada di permukaan Bumi berupa pasir, kerikil atau debu dengan air sehingga membentuk lumpur;
  • Eflata dan piroklastika, adalah material-material padat berupa bom, lapili, kerikil, dan juga debu vulkanik;
  • Ekhalasi atau gas, adalah material-materi berupa gas asam arang, seperti fumarol, solfatar atau sumber gas belerang, dan mofet (gas asam arang).

Jenis-jenis Erupsi

Ekstrusi atau proses keluarnya magma dari dalam bumi hingga ke permukaan bumi identik dengan erupsi atau letusan gunung api yang bisa dibedakan menjadi dua, yaitu erupsi efusif dan eksplosif.

Erupsi Efusif

Erupsi Efusif, adalah erupsi berupa lelehan lava melalui retakan (rekahan) atau lubang kawah suatu gunungapi

Erupsi Eksplosif

Erupsi Eksplosif, adalah erupsi berupa ledakan dengan menge luarkan bahan-bahan padat (eflata/piroklastika) berupa bom, lapili, kerikil, dan debu vulkanik, bersama-sama dengan gas dan fluida.