Revolusi Perancis: Pengertian dan Latar Belakang

Posted on

Revolusi Perancis dilengkapi dengan sejarah serta latar belakangnya akan kami jelaskan secara sederhana supaya bisa dengan mudah kalian pahami. Untuk uraian lebih lengkap, silahkan simak penjelasannya di bawah ini.

revolusi perancis

Revolusi Perancis yang terjadi pada tahun 1789 mungkin adalah salah satu peristiwa paling besar dalam sejarah negara Perancis. Banyak hasil dan akibat dari revolusi yang sudah menyebabkan beberapa karakteristik penting, yaitu menentukan jalannya sistem politik Prancis modern dan juga nilai-nilai yang dipegang teguh oleh penduduk Prancis.

Pengertian

Revolusi Perancis merupakan sebuah gerakan masyarakat pertama yang terjadi di Eropa yang menentang adanya kedudukan monarki absolut yang telah berlangsung selama berabad-abad. Peristiwa ini setidaknya terjadi sejak tahun 1789 dengan diadakannya Etats Generaux, sebuah forum yang berisi para kalangan aristokrat, gereja, serta rakyat biasa di bawah kepemimpinan raja.

Revolusi lalu bisa menggulingkan kekuasaan Louis XVI, memenangkan pertempuran pada wilayah-wilayah sekitar, serta menegakkan sistem pemerintahan yang baru dan otentik.

Revolusi Perancis terjadi dengan banyak pengorbanan, adalah masa terpenting dalam sejarah negara Perancis bahkan untuk perubahan sejarah Eropa dan dunia secara keseluruhan. Ide-ide serta gagasan yang terjadi selama Revolusi Perancis seperti penerapan sistem demokrasi, hak-haki asasi manusia, serta sistem metrik, sampai saat ini masih sangat berpengaruh di seluruh dunia.

Baca Juga: Politik Etis: Pengertian, Latar Belakang, & Trias Etika

Latar Belakang

Kebencian penduduk Perancis pada pemerintah Perancis sebenarnya telah bermula dari takhta Louis XIV. Ia membuat kekuasaan raja menjadi sangat besar dan tidak terbatas. Rakyat tidak diizinkan menentang raja serta harus patuh pada semua kebijakan milik raja tanpa terkecuali.

Louis XIV pun membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat yang lebih berpihak pada masyarakat. Dari pada memikirkan nasib penduduknya yang semakin sulit, Louis XIV malah hidup dalam kemewahan serta membangun istana megah, Versailles, dengan biaya yang sangat besar. Dari mana biaya ini bisa ia dapatkan? Tentu saja dari pajak rakyat. 

Raja Louis XIV memerintah selama 72 tahun lamanya tanpa ada konstitusi maupun pengawasan dari pihak parlemen. Selama masa pemerintahannya itu, rakyat riak memiliki kepastian hukum. Setiap rakyat yang dicurigai bisa dipenjara dengan hanya sebuah surat penangkapan. Selama 72 tahun juga, tidak ada anggaran belanja negara. Raja serta keluarganya hidup mewah.

Kebencian ini berlanjut sampai takhta Louis XVI. Perekonomian yang tidak kunjung menigkat menjadi alasan utama. Kebijakan Raja Louis XVI dianggap semakin merugikan negara dengan kebijakannya untuk membiayai Amerika berperang. Walaupun perang tersebut dimenangkan oleh Amerika, tapi tidak ada untungnya untuk Perancis.

Kebencian pun semakin bertambah karena sang ratu, Marie Antoinette, pun mempunyai gaya hidup mewah serta dibenci oleh rakyatnya. Apalagi, Marie Antoinette ini berasak dari Austria, menyebabkan rakyat menganggapnya sebagai mata-mata.

Louis XVI mencoba mencari solusi dengan cara mengganti menteri keuangannya. Akan Tetapi, jalan keluar yang diberikan oleh sang menteri, Jacques Necker, adalah memberikan pajak yang lebih besar untuk para golongan I dan II ditolak. Situasi yang sudah panas menjadi semakin, deh.

Rakyat pun sudah tidak percaya lagi pada pemerintahan yang berdiri. Munculnya paham-paham romantisme juga menjadikan rakyat lebih memercayai insting mereka.

Golongan III lalu menyebut diri mereka sebagai Majelis Nasional setelah Louis XVI tidak memenuhi permintaan mereka untuk mempertemukan semua golongan untuk negara. Louis XVI tentu saja tidak senang dengan munculnya Majelis Nasional ini serta berusaha membubarkannya.

Apa yang jadi? Tentu saja rakyat semakin geram. Majelis Nasional yang sudah mereka anggap seperti jalan keluar untuk masalah yang ada di Perancis ternyata malah mendapatkan reaksi negatif dari pihak pemerintah. Hal ini menjadikan rakyat akhirnya tidak tinggal diam lalu memberi perlawanan ke pemerintah.

Puncak dari perlawanan rakyat terjadi pada 14 Juli 1789. Pada hari itu, ribuan penduduk Perancis turun ke jalan-jalan. Mereka bahkan berusaha menghancurkan Penjara Bastille. Perlawanan ini ternyata didukung oleh pimpinan tentara rakyat yang pro rakyat.

Merasa terdesak, Raja Louis XVI serta banyak petinggi kerajaan kabur ke luar negeri. Kosongnya kursi pemerintahan ini dimanfaatkan oleh penduduk untuk membangun sebuah sistem pemerintahan baru serta membuat konstitusi baru pada tahun 1791. Perancis resmi berubah menjadi negara republik pada 22 September 1792.

Rakyat menang! Sebagai simbol kemenangan, dibuatlah monumen Arc de Triomphe yang dibangun pada tahun 1806 lalu selesai pada 1836.

Dampaknya Pada Dunia

Revolusi Prancis mempunyai dampak yang sangat besar serta hebat dibandingkan revolusi Amerika. Bahkan revolusi ini menyebabkan revolusi terjadi juga di negara lain. Seperti misalnya, revolusi di negara Rusia, revolusi budak di wilayah Karibia, serta masih banyak lagi.

Revolusi Prancis merupakan suatu penanda dan bukti nyata jika raja bukanlah pemimpin yang absolut. Kemanusiaan serta persamaan merupakan hak bagi semua orang. Penindasan merupakan sesuatu yang salah.

Akibat lain yang ditimbulkan oleh revolusi ini adalah berkurang serta menurunnya jumlah feodalisme di dunia. Hal ini bisa terjadi sebab feodalisme merupakan sesuatu yang kurang disenangi oleh rakyat kecil karena ketidakadilannya.