Kalimat Efektif

Posted on

Kalimat Efektif – Membuat sebuah kalimat tentu bukan sebuah hal yang sulit untuk sebagian orang. Tetapi, apakah kalimat yang kalian buat itu sudah termasuk ke dalam kalimat efektif?

kalimat efektif

Pada dasarnya, sebuah kalimat bisa dibentuk oleh klausa yang terdiri dari subjek serta predikat dengan penambahan objek, pelengkap, ataupun keterangan yang diakhiri dengan tanda baca titik (.), tanya (?), maupun seru (!). apabila tidak tepat, penambahan-penambahan tersebut bsia membuat kalimat yang kalian buat menjadi tidak efektif.

Pengertian

Kalimat efektif merupakan kalimat yang mengungkapkan ide atau gagasan penulis yang di sampaikan kepada para pembaca supaya pembaca bisa menerima ide atau gagasan penulis atau pembicara dengan jelas. Kalimat ini berisi mengenai ide dan gagasan penulis atau pembicara. Konsep kalimat efektif bisa di sampaikan melalui tulisan (bahasa tulisan) atau dengan gaya bahasa lisan.

Dengan kata lain, kalimat efektif  merupakan kalimat yang bisa mewakili pikiran penulis atau pembicara secara tepat sehingga para pendengar atau pembaca bisa memahami isi pikiran tersebut dengan mudah, jelas serta lengkap seperti apa yang dimaksud oleh penulis atau pembicaranya.

Pentingnya pembelajaran kalimat efektif dilakukan untuk mengasah kemampuan seseorang dalam mengungkapkan ide yang bisa langsung dipahami oleh pembaca atau pendengar agar tidak menimbulkan salah penafsiran.

Contohnya mahasiswa yang setiap waktu di hadapkan dengan tugas-tugas kuliah yang dituntut untuk membuat tulisan baik berupa makalah, essai, atau artikel ilmiah yang memerlukan pengetahuan mengenai kalimat efektif. Pemilihan kalimat efektif bisa membuat komunikasi dalam bentuk tulisan menjadi lebih komunikatif serta tidak bertele-tele.

Baca Juga: Pengertian Hidrologi

Unsur-unsur

Di dalam kalimat ini mempunyai unsur-unsur yang perlu dipenuhi. Unsur-unsur tersebut terdiri dari Subjek (S), Predikat (P), Objek (O), Pelengkap (Pel) serta Keterangan (ket). Dalam kalimat baku sekurang-kurangnya terdiri dari dua unsur yaitu subjek dan predikat. Sementara pelengkap lainnya bisa wajib ada, tidak wajib ada, atau wajib tidak ada. 

Subjek

Subjek (S) merupakan bagian kalimat yang menunjukkan pelaku, tokoh, sosok (benda), sesuatu hal, suatu masalah yang menjadi pangkal/pokok pembicaraan. Subjek umumnya diisi dengan jenis kata/frasa benda (nominal), klausa, atau frasa verbal. 

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut ini:

  • Kakakku sedang menyapu.
  • Kursi pegawai
  • Yang berbaju batik guru saya.
  • Berjalan kaki menyehatkan badan.
  • Membuat nasi goreng sangat mudah.

Predikat

Unsur kalimat selanjutnya ialah predikat (P) yaitu bagian kalimat yang memberitahu melakukan (tindakan) apa atau dalam keadaan bagaimana subjek (pelaku/tokoh atau benda yang ada di dalam suatu kalimat). 

Selain berfungsi untuk memberi tindakan atau perbuatan kepada subjek (S), P pun dapat dipakai untuk menyatakan sifat, situasi, status, ciri, atau jati diri S. termasuk juga sebagai P dalam kalimat merupakan pernyataan mengenai jumlah sesuatu yang dimiliki oleh S. 

Predikat pun bisa berupa kata atau frasa, sebagian besar berkelas verba atau adjektiva, akan tetapi bisa juga numeralia, nomina, atau frasa nominal. Perhatikan contoh berikut:

  • Ibu sedang tidur siang.
  • Putrinya cantik jelita.
  • Kota Bandung dalam keadaan aman.
  • Anjingku belang tiga.
  • Chika mahasiswi baru.
  • Rumah Pak Budi

Objek

Sementara Objek (O) merupakan bagian kalimat yang melengkapi P. Nomina, frasa nominal atau klusal umumnya yang menjadi bagian objek.  Letak O selalu berada di belakang P yang berupa verba transitif, yakni verba yang menuntut wajib hadirnya O, seperti pada contoh di bawah ini.

  • Tamara menimang …
  • Dokter memeriksa …
  • Juru masak merebus …

Verba transitif menimang, memeriksa, serta merebus pada contoh di atas adalah P yang menuntut untuk dilengkapi. Unsur yang akan melengkapi P pada ketiga kalimat itulah yang akan disebut objek.

Sementara objek bisa bersifat tidak diperlukan ketika apabila P diisi dengan verba intransitif. Pada format ini O tidak diperlukan. Contohnya seperti dibawah ini, verba intransitif mandi, rusak, pulang yang menjadi P dalam contoh berikut tidak harus dilengkapi.

  • Ayah mandi.
  • Ponselku rusak.
  • Tamunya pulang.

Pelengkap

Unsur pelengkap dalam kalimat ini merupakan bagian kalimat yang akan melengkapi predikat. Biasanya unsur ini berada di nbagian belakang predikat yang berupa verba.

Tetapi posisi seperti itu pun ditempati oleh objek, serta jenis kata yang mengisi pelengkap dan objek juga sama, yaitu bsia berupa nomina, frasa nominal, atau klausa. Perhatikan contoh di bawah ini.

Banyak parpol berlandaskan Pancasila.

S        P          Pel            

Pada kalimat kedua berlandaskan ia melengkapi objek “Pancasila”. 

Keterangan

Unsur keterangan berfungsi menerangkan bagian kalimat lainnya. Unsur keterangan dapat berfungsi menerangkan subjek, predikat, objek, serta pelengkap. Posisinya bersifat bebas, bisa di awal, di tengah, atau di akhir kalimat. Keterangan bisa diisi dengan frasa nominal, frasa preporsisional, adverbia, atau klausa. 

Syarat Kalimat Efektif

Penyusunan kalimat efektif yang sesuai dengan kaidah yang berlaku harus memakai unsur-unsur: subjek, predikat, dan diksi yang tepat. Tidak lupa harus mempunyai kaidah ejaan yang disempurnakan.  Untuk bisa membuat sebuah kalimat efektif, ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi, diantaranya: 

Sesuai dengan EYD

Syarat kalimat efektif yang pertama adalah harus sesuai dengan ejaan yang disepernakan, alias dalam kalimat tersebut perlu memenuhi EYD yang tepat. Mulai dari pemakaian huruf besar, tanda baca, ejaan yang tepat, memperhatikan kata baku, serta unsur-unsur yang sesuai EYD. 

Memiliki Subjek dan Predikat

Syarat kalimat efektif yang baik pun perlu  mempunyai susunan yang sistematis. Maksud dari susunan sistematis ialah kalimat yang terdiri dari subjek, predikat, dan objek atau keterangan. Nah, dari subjek, predikat, serta objek atau keterangan ini harus disusun supaya pembaca tidak pusing maksud dari kalimat yang ingin disampaikan.

Tidak Bertele-tele

Sesuai dengan namanya, kalimat ini tidak boleh menjelaskan secara bertele tele dan membuang banyak kata, karena apabila kalimat ini terlalu boros kata, maka tidak termasuk efektif. Untuk itu, kalian harus teliti dalam memperhatikan kata kata yang dipakai untuk membuat susunan kalimat yang efektif.

Tidak Multitafsir

Syarat terakhir dari kalimat efektif ialah pembaca bisa mengartikan kalimat yang disampaikan dengan baik, sehingga tidak ambigu atau kesulitan dalam mengartikan maksud dari sebuah kalimat.