Kolonialisme dan Imperialisme

Posted on

Kolonialisme dan Imperialisme dilengkapi dengan persamaan dan perbedaannya akan kami uraikan secara sederhana agar bisa dengan mudah Anda pahami. Untuk pembahasan lebih lanjut, silahkan simak penjelasannya di bawah ini.

kolonialisme dan imperialisme

Sebelum membahsanya lebih dalam, sebaiknya kalian mengerti dulu, apa yang dimaksud dengan kolonialisme dan imperialisme ? Hal apa saja yang melatarbelakangi terjadinya dua hal ini? Simak penjelasan berikut.

Pengertian

Kolonialisme dan Imperialisme merupakan sebuah praktik kekuasaan yang ada di dunia pasca abad penjelajahan dimulai sekitar abad ke-13 Masehi. Praktik ini bisa dilihat dengan adanya negara-negara yang menguasai banyak daerah di luar daerah asalnya.

Kekuasaan ini memiliki tujuan untuk mewujudkan semboyan Gold (kekayaan), Glory (kejayaan), Gospel (kesucian agama). Banyak negara, terutama negara-negara yang berasal dari Eropa menaklukkan negara-negara di Asia serta Afrika untuk bisa mendapatkan lebih banyak hal selain perdagangan semata.

Kolonialisme yang dimaksud adalah sebuah sistem politik yang memiliki tujuan untuk menjajah negara lain agar mendapatkan kekuasaan serta keuntungan yang lebih besar. Berbeda dengan imperialisme, kolonialisme hanya berfokus pada pencarian keuntungan dari negara-negara koloni atau jajahan.

Tidak mementingkan apakah wilayah yang dijajah itu menjadi bagian dari negara yang menjajah. Walaupun bisa jadi negara kolonial membuat pemerintahan yang sah di wilayah itu. Sistem kolonialisme banyak digunakan oleh penjelajah pada masa awal. Di mana mereka menaklukan suatu daerah untuk mengeruk sumber daya alam serta manusianya, lalu kemudian diperjualbelikan kembali di Eropa dengan keuntungan yang besar.

Imperialisme ialah sebuah paham tentang penguasaan suatu daerah atau bangsa oleh negara lainnya, yang memiliki tujuan untuk memerintah negara itu. Lewat definisi ini bisa kita pahami jika Imperialisme secara umum memiliki tujuan untuk memperluas wilayah negara dengan cara menjadikan daerah jajahan sebagai bagian dari negara tersebut.

Baca Juga: Politik Etis: Pengertian, Latar Belakang, & Trias Etika

Imperialisme dapat disamakan sebagai ekspansi wilayah atau penaklukan suatu daerah. Paham imperialisme ini hadir belakangan, saat wilayah jajahan di Asia serta Afrika kemudian diambil alih oleh negara untuk kepentingannya.

Sejarah kolonialisme bangsa Eropa jika dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu:

  • Abad ke-15 hingga Revolusi Industri pada 1763, menunjukkan kemunculan kuasa Eropa seperti Spanyol serta Portugis.
  • Setelah Revolusi Industri hingga 1870-an.
  • Mulai dari tahun 1870-an hingga 1914 ketika Perang Dunia I, adalah titik klimaks pertikaian kuasa-kuasa imperialis.

Bentuk-bentuk Kolonialisme

Nah, setelah kalian mengerti pengertiannya, kali ini kami ingin menjelaskan bentuk-bentuk dulu nih, Quipperian. Apa saja?

  • Koloni Eksploitasi, merupakan penguasaan suatu daerah atau suatu wilayah untuk diambil tenaga rakyatnya dengan sistem kerja paksa atau kerja rodi. Tak hanya rakyatnya, sumber daya alamnya juga ikut diambil untuk kepentingan negara yang menjajah.
  • Koloni penduduk, merupakan penguasaan suatu daerah atau suatu wilayah baru dengan cara mengusir penduduk yang kemudian akan digantikan oleh pendatang, sehingga membuat penduduk pribumi terpinggirkan.
  • Koloni deportasi, merupakan suatu daerah atau suatu wilayah koloni yang dijadikan tempat untuk membuang narapidana yang tidak bisa tertangani oleh pemerintah. Kebanyakan narapidana yang memiliki hukuman seumur hidup. Mereka pun akan dijadikan tenaga kerja tanpa diberikan imbalan sebagai ganti dari keharusan pemerintah memberi makan mereka selama seumur hidup.
  • Kolonialisme kelebihan penduduk, merupakan bentuk kolonialisme di mana penguasaan pada suatu daerah atau suatu wilayah ditujukan untuk menampung kepadatan penduduk.
  • Kolonialisme sekunder, merupakan bentuk kolonialisme di mana suatu daerah yang dikuasai akan dijadikan untuk kepentingan militer atau strategi perang.

Bentuk-bentuk Imperialisme

Setelah megetahui apa saja bentuk-bentuk dari kolonialisme, sekarang mari kita bahas apa saja bentuk-bentuk dari imperialisme. Simak penjelasannya di bawah ini.

Berdasarkan waktu munculnya

  1. Imperialisme kuno (ancient imperialism) merupakan imperialisme yang muncul sejak 1500 M yang terjadi pada zaman kuno hingga zaman pertangahan. Semboyan dari masa ini adalah 3G, yakni gold (kekayaa), glory (kejayaan)serta gospel (menyebarkan agama). Imperialisme ini digawangi oleh negara Portugal serta Spanyol.
  2. Imperialisme modern (modern imperialism) merupakan imperialisme yang terjadi ketika awal revolusi industri (1500 M) hingga dengan akhir Perang Dunia II pada 1942. 
  3. Imperialisme ultramodern (neokolonialisme) merupakan imperialisme yang terjadi setelah Perang Dunia II hingga sekarang. Imperialisme ini mengutamakan penguasaan ideologi, mental, serta psikologi.

Berdasarkan tujuan penguasaannya 

  1. Imperialisme politik merupakan bentuk imperialisme di mana pihak penjajah menguasai semua kehidupan politik dari negara yang dijajah.
  2. Imperialisme ekonomi, memiliki tujuan menguasai bidang perekonomian dari negara yang dijajah
  3. Imperialisme kebudayaan, dilakukan dengan cara menanamkan nilai-nilai kebudayaan ke negara yang dikuasai.
  4. Imperialisme militer merupakan suatu bentuk imperialisme di mana penguasaan suatu wilayah ditujukan untuk kepentingan perang.

Perbedaan dan Persamaan

KolonialismeImperialisme
Memiliki tujuan menguras habis sumber daya alam yang berada di negara yang dijajah untuk dibawa ke negara mereka. Konsep penting dari kolonialisme adalah terjadinya perpindahan penduduk dari suatu wilayah asal ke wilayah jajahan.Memiliki tujuan menanamkan pengaruh ke semua bidang kehidupan di negara yang dijajah dengan cara mengajarkan bangsa yang dijajah untuk berbudaya serta mempunyai gaya hidup yang sama dengan negara mereka.
Contohnya adalah Indonesia, di Indonesia, Belanda menjadikan kota Batavia sebagai tempat tinggal bangsa Eropa yang berbeda dengan pribumi.Contohnya adalah imperialisme Inggris di Malaysia serta Singapura.

Adapun persamaan dari kolonialisme dan imperialisme ialah membuat negara yang dijajah semakin sengsara dan juga menderita (terpuruk) serta membuat negara yang menjajah semakin makmur.