Tumbuhan Monokotil: Ciri-ciri, Klasifikasi & Contoh

Pengertian Tumbuhan Monokotil dilengkapi ciri-ciri dan contohnya akan kami uraikan secara sederhana agar bisa dengan mudah Anda pahami. Untuk pembahasan lebih lanjut, silahkan simak penjelasannya di bawah ini.

tumbuhan monokotil

Secara umum terdapat dua kategori tumbuhan yaitu gimnosperma dan angiosperma. Gimnospermae adalah jenis tumbuhan dengan biji terbuka sementara angiospermae adalah tumbuhan dengan biji tertutup, tumbuhan angiospermae kemudian terbagi lagi menjadi monokotil dan dikotil. Untuk mengenal lebih dekat tentang tumbuhan monokotil, simak penjelasannya berikut ini.

Pengertian

Tumbuhan monokotil bisa diartikan juga sebagai tumbuhan dengan biji berkeping satu, biji tunggal atau (mono). Hal ini disebabkan karena tumbuhan monokotil mempunyai biji yang tidak membelah saat berkecambah. Dalam sistem klasifikasi tumbuhan, tumbuhan monokotil biasanya juga disebut dengan tumbuhan Monocotyledoneae, Liliopsida, atau Liliidae.

Tumbuhan biji tunggal atau monokotil adalah salah satu dari dua kelompok besar tumbuhan berbunga yang bijinya tidak membelah karena hanya mempunyai satu daun lembaga. Kelompok ini diakui sebagai takson dalam berbagai sistem klasifikasi tumbuhan dan memiliki berbagai nama, seperti Monocotyledoneae, Liliopsida, dan Liliidae.

Kelompok tumbuhan ini adalah tumbuhan paling berguna dalam kehidupan manusia. Sebagai sumber pangan, sumber energi nabati, sumber bahan baku industri, perumahan, dekorasi, pakaian, media penulisan, zat pewarna, dan lain sebagainya.

Ciri-ciri

Terdapat lebih dari 50 ribu jenis tumbuhan monokotil, Orchidaceae (suku anggrek-anggrekan) adalah suku yang mempunyai anggota terbesar dalam dunia tumbuhan berbunga, dengan 20 ribu jenis. Tumbuhan monokotil sendiri mempunyai beberapa ciri-ciri, berikut beberapa diantaranya:

  • Mempunyai biji berkeping satu atau tunggal.
  • Mempunyai kambium yang terletak diantara floem dan xilem.
  • Terdapat berkas vaskuler (pembuluh angkut) pada bagian batang yang bertipe kolateral tertutup atau diantara xilem dan floem tidak mempunyai kambium.
  • Xilem dan floem letaknya tersebar dan tidak teratur.
  • Di bagian batang dan akar tidak mempunyai kambium sehingga tidak bisa terjadi pertumbuhan sekunder dan tidak akan tumbuh membesar. Namun ada juga tumbuhan monokotil yang berkambium, seperti sisal (Agave sisalana).
  • Berakar serabut.
  • Pada bagian ujung akar dilindungi oleh koleoriza sedangkan ujung batangnya dilindungi oleh koleoptil.
  • Secara umum monokotil berdaun tunggal kecuali jenis tanaman palem.
  • Secara umum monokotil berurat daun sejajar atau melengkung dan berpelepah daun.
  • Bagian bunga terdiri atas kelopak, mahkota, benang sari yang jumlahnya tiga atau kelipatan tiga.
  • Pada umumnya di bagian batang tidak bercabang, terdapat rambut-rambut halus, dan ruas-ruas pada batang terlihat jelas.
  • Secara umum berdaun tunggal, kecuali pada kelompok tumpuhan Pada urat daun sejajar atau melengkung dan berpelepah daun.

Klasifikasi

Berikut ini adalah beberapa klasifikasi dari tumbuhan monokotil, diantaranya:

ORCHIDACEAE (SUKU ANGGREK-ANGGREKAN)

Anggrek adalah bunga dengan jenis yang beraanggrekdengan nama latin Orchidacae. Biasanya bunga ini tumbuh di lingkungan tropis, jadi tidak heran apabila di Indonesia sendiri banyak sekali berbagai macam jenis dari bunga anggrek. Anggrek merupakan salah satu tumbuhan yang hidup di lingkungan lembab, hal tersebut dikarenakan anggrek memiliki ketahanan terhadap lingkungan yang lembab.

ARECACEAE (SUKU PINANG-PINANGAN)

Kelapa atau Cocos Nucifera, hampir semua bagian tubuhnya bisa dimanfaatkan oleh manusia, Air kelapa mempunyai kandungan yang sangat baik bagi kesehatan sebab dapat digunakan sebagai sebagai obat alergi, buahnya juga kerap digunakan sebagai bahan masakan, bahkan di Maluku kelapa digunakan untuk membuat sagu dimana sagu merupakan makanan pokok mereka. Selain itu buahnya juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan santan, dan dibuat minyak kelapa. Daun kelapa dapat dijadikan sebagai anyaman edufriends.

ZINGIBERACEAE (SUKU JAHE-JAHEAN)

Rempah-rempah khas Indonesia seperti jahe, kencur, kunyit, laos, temu hitam, dan temu lawak merupakan beberapa contoh dari suku jahe-jahean (zingiberaceae) yang biasanya dimanfaatkan sebagai obat atau bumbu masak. Di daerah pegunungan biasanya keluarga monokotil jahe dimanfaatkan untuk menghangatkan tubuh, sekarang banyak juga minuman berbahan dasar jahe.

MUSACEAE (SUKU PISANG-PISANGAN)

Pisang yang mempunyai nama latin Musa sp merupakan tanaman yang bisa ditemukan di lingkungan sekitar kita. Banyak orang yang membudidayakan tanaman ini, hal ini disebabkan karena pisang memiliki kandungan dan manfaat yang beragam.

POACEAE ATAU GRAMINAE (SUKU RERUMPUTAN)

Padi sebagai makanan pokok bagi orang Indonesia masuk  dalam famili poacea atau graminae, selain padi juga terdapat Jagung (Zay mays), serta Gandum (Tritinium sativum), Tebu (Saccharum officinarum) yang umumnya dijadikan bahan dalam membuat gula. Terdapat juga (Andropagon nordus) yang dijadikan bahan baku tali, dan bambu betung (Dendrocalamus asper) yang umumnya digunakan untuk membuat bahan perabotan rumah serta bangunan.

Contoh

Berikut ini adalah beberapa contoh dari tumbuhan berjenis monokotil:

  • Buah Kurma (Phoenix dactylifera)
  • Timun (Timonius sericcus)
  • Enau (Arenga pinnata)
  • Vanili (Vannili planifolia)
  • Srikaya (Annona squamosa)
  • Kunyit (Curcuma longa linn)
  • Melon (Cucumis melo)
  • Sawo (Menikara kauki)
  • Buah Naga (Hylocereus undatus)
  • Buah Kiwi (Actinidia deliciosa)
  • Anggur (Vitis vinivera)
  • Nanas (Ananas comocus)
  • Malaka (Phylantus emblica)
  • Strawberry (Fragaria daltoniana)
  • Ceremai (Phyllanthus acidus)
  • Buah Persik (Prunus persica)
  • Siwalan (Borassus sp)
  • Kedondong (Spondias dulcis)
  • Pisang Kipas (Ravenala madagascarien)
  • Bacang (Magnifera foetida)
  • Aren (Arenga pinnata)
  • Ganyong Hutan (Canna indica)
  • Jukut Ibun (Drymaria cordata)
  • Nyiur (Lodoicea maldivica)
  • Sagu atau Rumbia (Metroxylon sago)
  • Blueberry (Vaccinium corymbosum)
  • Rotan Lilin (Calamus javensis)
  • Laos atau Lengkuas (Alpinia galanga)
  • Palem Janggut (Coccothrinax crintia)
  • Rumput Gajah (Penisetum purpureum)
  • Bunga Lili (Lilium longiflorum)
  • Hangkang (Palaquium leiocarpum)
  • Rumput-Rumputan (Kyllinga monocephala)
  • Nibung (Oncosperma tigillarium)
  • Pandan Wangi (Pandanus amaryllfolium)
Rate this post