Tumbuhan Hidrofit: Definisi, ciri-ciri & Contoh

Posted on

Pengertian Tumbuhan Hidrofit dilengkapi dengan contoh dan ciri-cirinya akan kami uraikan secara sederhana agar bisa dengan mudah Anda pahami. Untuk pembahasan lebih lanjut, silahkan simak penjelasannya di bawah ini.

tumbuhan hidrofit

Salah satu ciri dari makhluk hidup dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungannya dinamakan adaptasi. Tujuan dari adaptasi ini adalah untuk mempertahankan keberlangsungan hidupnya.

Dalam artian, jika suatu oraganisme bisa beradaptasi dengan baik dalam suatu lingkungan, maka ia bisa tetap hidup dan berkembang biak. Namun, jika organisme tersebut tidak bisa beradaptasi dengan baik, maka sudah bisa dipastikan akan mati dan mengalami kepunahan.

Sedangkan adaptasi morfologi bisa diartikan sebagai cara suatu organisme dalam menyesuaikan diri terhadap kondisi sekitarnya (lingkungannya) dengan memanfaatkan bentuk tubuh bagian luar yang mempunyai fungsi khusus.

Pada tumbuhan, adaptasi morfologi ini terbagi dalam beberapa jenis tumbuhan. Jenis tumbuhan yang dimaksud ialah hidrofit, xerofit, halofit, higrofit, dan mesofit. Pada kesempatan kali ini, saya akan mencoba untuk membahsa salah satu jenis tumbuhan terlebih dahulu, yakni pada jenis tumbuhan hidrofit. Untuk lebih jelasnya, silakan simak ulasannya berikut ini.

Pengertian

Tumbuhan hidrofit adalah salah satu jenis tumbuhan yang bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan perairan agar dapat bertahan hidup. Dalam menyesuaikan diri tanaman ini menggunakan cara meliputi terendam sebagian, terendam, maupun terendam seluruhnya.

Maka tidak heran jika tumbuhan hidrofit disebut sebagai tumbuhan air. Untuk bisa berkembang biak dan bertahan hidup, tumbuhan ini sangat bergantung terhadap air, bukan pada tanah kering ataupun tanah becek.

Jadi pengertian dari tumbuhan Hidrofit adalah tumbuhan yang dapat hidup di atas air, atau dapat disimpulkan sebagai makhluk hidup atau tumbuhan yang bisa menyesuaikan diri sekaligus mampu bertahan hidup di daerah perairan.

Ciri-ciri

Berikut ini adalah karakteristik atau ciri-ciri pada tumbuhan hidrofit, antara lain:

  • Mempunyai kutikula yang tipis, yang berfungsi untuk mencegah kehilangan banyak air
  • Berdaun tipis dan lebar serta rata, yang berfungsi sebagai media untuk mengapung pada permukaan air.
  • Struktur pada daun yang lentur (tidak kaku), supaya bisa menyesuaikan dengan tekanan dam arus air.
  • Stomata yang selalu terbuka karena banyaknya ketersediaan air di sekitarnya. Sehingga tumbuhan hidrofit tidak perlu menyimpan cadangan air pada bagian organ/ tubuh tertentu.
  • Berakar kecil yang memudahkan air tersebar langsung ke daun.
  • Selain berakar kecil, tumbuhan hidrofit juga berakar ringan, yang berfungsi sebagai penyerap oksigen di dalam air. Akar pada tumbuhan hidrofit tidak berfungsi sebagai penopang tubuh dari tumbuhan itu sendiri.

Adaptasi Khusus

Tumbuhan hidrofit melakukan beberapa adaptasi khusus, antara lain:

  • Reduksi jaringan pelindung (epidermis), epidermis beralih fungsi bukan sebagai pelindung tetapi berfungsi untuk penyerapan gas dan nutrient langsung karena dinding selulosa dan kutikulanya tipis. tidak memiliki stomata (tumbuhan hidrofit tenggelam), pertukaran gas langsung melalui dinding sel.
  • Reduksi jaringan penguat (sklerenkim), mempunyai sedikit atau bahkan tidak memiliki jar. Skerenkim. Air memberi kekuatan dan melindungi tumbuhan dari kerusakan.
  • Reduksi jaringan pengangkut, xilem memperlihatkan pereduksian yang paling besar dan floem berkembang cukup baik.
  • Reduksi jaringan penyerap. sistem akar kurang berkembang dan bulu akar serta tudung akar tidak ada.
  • Terdapat pengembangan ruang-ruang udara yang spesial (aerenkim). Terdapat pada daun dan batang hidrofit, menyediakan atmosfir internal bagi tumbuhan, memberikan pelampung bagi tumbuhan untuk mengapung , menyimpan udara oksigen dan karbondioksida.

Contoh

Berikut ini adalah beberapa contoh tumbuhan yang termasuk ke dalam tumbuhan hidrofit adalah:

Kangkung Air

Kangkung air mempunyai nama ilmiah Ipomoea aquatica. Termasuk dalam jenis tumbuhan sayur-sayuran. Wilayah persebarannya cukup luas di kawasan benua Asia dan dapat dijumpai hampir diseluruh kawasan berair. Kangkung air dikenal juga dengan julukan kangkung sawah. Kangkung ini banyak tumbuh liar di area rawa yang dangkal dan persawahan yang tidak terurus.

Bakau

Tumbuhan bakau merupakan tumbuhan hidrofit yang berasal dari genus Rhizophora. Tumbuhan yang sering ditemui di daerah perpantaian ini termasuk dalam penyusun ekosistem dari hutan bakau atau mangrove.

Kiambang

Kiambang merupakan tumbuhan hidrofit yang termasuk dalam genus Salvinia dan termasuk dalam tumbuhan yang mengapung dipermukaan air. Habitat dari tumbuhan ini berada pada air yang menggenang seperti sawah, kolam, danau, dll.

Hydrilla

Hydrillia, atau Hydrilla verticillata adalah tumbuhan yang hidup di daerah perairan dingin dan hangat seperti pada benua Asia, Afrika, Australia, dan Eropa. Batangnya bisa tumbuh hingga mencapai ukuran panjang dua meter. daun terletak pada ulir berjumlah 2-8 di sekitar batang, mempunyai gerigi kecil di sepanjang tepian daunnya.

Vallisneria gigantea

Tumbuhan yang dikenal dengan nama rumput belut (eel grass) ini bisa tumbuh sepanjang tahun di alam yang berlahan basah. Daunnya berbentuk pipih dan panjang, menyerupai pita-pita berwarna hijau yang bergerombol di dasar air. Daunnya dapat tumbuh mencapai panjang 1,5 meter dan lebar sekitar 1 sentimeter. Tumbuhan ini berhabitat di danau, sungai, atau kolam yang memiliki kondisi perairan yang tenang.