Huruf Hijaiyah yang Bisa dan Tidak Bisa Disambung

Posted on

Huruf Hijaiyah – Huruf ( اَلْحُرُوْفُ ) merupakan bentuk jamak dari ( ُاََلْحَرْف ) yang memiliki makna bagian terkecil dari lafal yang tidak dapat membentuk makna tersendiri kecuali ia harus diragkai dengan huruf yang lain. Kumpulan huruf yang bisa membentuk arti biasanya tiga huruf, misalnya ( وَقَى ) “ memelihara ” tapi pada bentuk bentuk tertentu ada satu huruf yang sudah memiliki arti, misalnya bentuk amar (perintah) dari (وَقَِى ) adalah ( قِِِِ ) “peliharalah” .

huruf hijaiyah

Sedangkan kata Hijaiyah ( اَلْهِجَائِيَةِ ) berasal dari akar kata (هَجَا- يَهْجُوْ- هِجَاءً ), yang berati “ ejaan “. Makna dari ejaan disini ialah ejaan arab sebagai bahasa asli Al Qur’an. Karena itu yang dimaksud dengan huruf hijaiyah adalah huruf yang ejaan bahasa Arab sebagai bahasa asli dari Al Qur’an. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan adanya di siplin ilmu lain yang memakai huruf hijaiyah, misalnya Hadist atau kitab-kitab berbahasa arab lainnyanya.

Dalam hal penulisannya, ternyata ada juga huruf hijaoyah yang tidak bisa disambung. Hal ini tentu harus diketahui oleh orang-orang yang sedang belajar menulis huruf-huruf Hijaiyah. Apa saja hurufnya? Bagaimana penjelasannya? Silakan simak uraian lengkapnya di bawah ini.

Pembagian Huruf

Huruf Hijaiyah biasa juga disebut sebagai huruf alvabet Arab. Ada juga yang menyebut huruf Al-Qur’an. Hal ini tentu sangat berkaitan dengan bagaimana Huruf ini difungsikan menurut cara pandang seseorang. Dari cara pandang tersebut, lalu muncul cara-cara penyebutan terhadapa Huruf Hijaiyah.

Semua Huruf Hijaiyah sendiri bisa dibagi menjadi dua hal penulisan.

  • Huruf Hijaiyyah yang bisa disambung dengan huruf setelahnya dan sebelumnya.
  • Huruf Hijaiyah yang tidak bisa disambung dengan huruf setelahnya, namun bisa disambung dengan huruf sebelumnya.

Mengapa bisa begitu? Karena, secara umum Huruf ini ditulis dengan cara disambung. Hal ini berbeda dengan cara penulisan huruf latin. Huruf latin dapat ditulis dengan dua cara. Yaitu dengan cara tidak disambung, atau bisa juga ditulis dengan cara tegak bersambung. Di sinilah letak keunikan dari Huruf Hijaiyah apabila kita bandingkan dengan huruf latin.

Baca Juga: Energi Listrik: Sumber, Rumus dan Contoh Soal

Huruf Yang Bisa Disambung

Huruf jenis ini merupakan huruf yang kebanyakan dimiliki oleh huruf-huruf Hijaiyah. Misalnya saja contoh huruf ب. Jika huruf ini berada pada awal kata, maka huruf ini dapat disambung dengan huruf setelahnya. Contoh,

بِسْمِ

 [الفاتحة/1]

Apabila huruf ini berada di tengah, maka huruf ini juga tetap bisa disambung dengan huruf sesudah atau setelahnya. Contoh,

نَعْبُد

 [الفاتحة/5]

Apabila huruf ini berada di akhir kata, maka huruf ini juga tetap bisa menyambung dengan hurus sebelumnya. Contoh,

لَا رَيْبَ

 [البقرة/2]

Huruf Yang Tidak Bisa Disambung

Jumlah Huruf Hijaiyah yang seperti ini hanya ada 6 huruf saja. Ditempatkan di mana pun, huruf-huruf ini tetap tidak akan dapat disambung dengan huruf sesudahnya. Sebaliknya, huruf ini hanya dapat disambung dengan hurus sebelumnya saja. Enam huruf tersebut adalah:

  1.  ا
  2.  د
  3. ذ
  4. ر
  5. ز
  6. و


Dari enam huruf di atas, mungkin masih ada pertanyaan mengenai huruf semacam hamzah (ء), ta’ marbuthah (ـة), juga lam alif (لا). Huruf hamzah bisa disamakan dengan huruf alif secara penulisan. Huruf ta’ marbuthah hanya ditempatkan pada akhir kata.

Apabipa letaknya berada di bagian tengah atau awal kata, maka penulisannya adalah seperti huruf ta’ pada umumnya atau disebut dengan ta’ maftuhah.

Bagaimana dengan lam alif? Lam alif adalah gabungan dari huruf lam serta huruf alif. Huruf lam alif terdiri dari dua huruf dasar, bukan huruf yang benar-benar berdiri sendiri.