Cara Menentukan Bilangan Oksidasi

Posted on

Cara Menentukan Bilangan Oksidasi Dilengkapi dengan contoh soalnya akan kami uraikan secara sederhana agar bisa dengan mudah Anda pahami. Untuk pembahasan lebih lanjut, silahkan simak penjelasannya di bawah ini.

Cara Menentukan Bilangan Oksidasi

Di dalam ilmu kimia, istilah reduksi dan oksidasi akan merujuk pada reaksi kimia dimana atom atau sekumpulan atom unsur yang terlibat dalam reaksi tersebut kehilangan elektron atau mendapatkan elektron.

Bilangan oksidasi biasanya dipakai para ahli kimia untuk membantu mendefinisikan jumlah elektron yang berpindah dalam reaksi kimia tersebut. Untuk mempermudah dalam mengidentifikasi bilangan oksidasi unsur kimia tersebut, ada beberapa aturan yang bisa digunakan. Dalam pembahasan AFKGG berikut, bilangan oksidasi disingkat dengan “biloks”.

Pengertian

Setiap atom adalah terdiri dari inti atom dan elektron yang mengelilinginya. Elektron pada kulit terluar atom disebut elektron valensi. Jika atom mempunyai elektron valensi berjumlah 8 atau 2, maka atom itu akan bersifat stabil, sehingga sulit untuk berikatan dengan atom lain. Contohnya, seperti atom-atom pada golongan VIIIA (unsur gas mulia). Sementara itu, atom yang tidak mempunyai elektron valensi berjumlah 8 atau 2 akan bersifat tidak stabil.

Atom yang sifatnya tidka atau belum stabil cenderung ingin stabil. Caranya, mereka akan melakukan transfer elektron, dengan cara melepaskan atau menerima sejumlah elektron. Akibat dari transfer elektron ini, atom akan mempunyai muatan, bisa positif bisa juga negatif.

Atom yang bermuatan positif, artinya atom itu sudah melakukan pelepasan elektron, sehingga kehilangan beberapa elektron yang dimilikinya. Sementara itu, atom yang bermuatan negatif, berarti atom itu sudah menerima beberapa elektron dari atom lain.

Muatan atom berbeda-beda jumlahnya, tergantung dari seberapa banyak elektron yang dilepas atau diterima oleh atom tersebut. Nah, jumlah muatan positif dan negatif pada suatu atom dapat kita sebut dengan bilangan oksidasi (biloks).

Baca Juga:  1 Kg Berapa Gram?

Aturan Biloks

Ada 10 aturan yang perlu kalian ketahui dalam menentukan bilangan oksidasi suatu atom, antara lain adalah sebagai berikut:

  • Biloks Unsur Bebas adalah = 0
    Contoh:  biloks Na, Al, H2, P4, O2, Cl2, Br2 adalah = 0
  • Biloks Ion Unsur = Muatan Ion
    Contoh: biloks Na+ adalah = +1, biloks Al3+adalah = +3, biloks Cl adalah = -1
  • Biloks Logam Gol IA (Li, Na, K, Rb, Cs, Fr) dalam Senyawa = +1
    Contoh: biloks K dalam senyawa KCl adalah = +1
  • Biloks Logam Gol IIA (Be, Mg, Ca, Sr, Ba, Ra) dalam Senyawa adalah = +2
    Contoh: biloks Ba dalam senyawa Ba(OH)2 adalah = +2
  • Biloks Logam Gol IIIA (Al, Ga, In, Tl) dalam Senyawa adalah = +3
    Contoh: Biloks Al dalam senyawa Al2(SO4)3 adalah = +3
  • Biloks Unsur Gol VIIA (F, Cl, Br, I, At) dalam Senyawa Biner (terdiri 2 jenis unsur) adalah = -1
    Contoh: biloks Cl dalam senyawa AlCl3 adalah = -1
  • Biloks Unsur H bila Berikatan dengan Non-Logam adalah = +1 tetapi bila H berikatan dengan Logam Biloks H = -1
    Contoh: biloks H dalam senyawa HNO3 adalah = +1. Biloks H dalam senyawa AlH3 adalah = -1
  • Biloks O bila dalam Senyawa Non-Peroksida adalah = -2 tetapi bila dalam Senyawa Peroksida; Biloks O = -1
    Contoh:  biloks O dalam senyawa H2O adalah = -2. Biloks O dalam senyawa H2O2, dan BaO2 adalah = -1
  • Jumlah Biloks Unsur-Unsur yang Membentuk Senyawa = 0
    Contoh: Jumlah biloks Na dan Cl adalah = 0 karena biloks Na = +1 sedangkan biloks Cl = -1 (jika dijumlah maka +1 plus -1 = 0).
  • Jumlah Biloks Unsur-Unsur yang Membentuk Ion = Muatan Ion
    Contoh: Jumlah biloks S dan O pada ion SO42- adalah = -2 (biloks S = +6, biloks O = -2 dikali 4 atom)

Catatan:

  • Unsur logam bisa mempunyai lebih dari satu bilangan oksidasi
  • Mengetahui letak unsur pada Tabel Sistem Berkala Unsur akan mempermudah dalam mengidentifikasi bilangan oksidasi unsur tesebut.

Contoh Soal

Berikut ini beberapa contoh soal cara menghitung bikangan oksidasi unsur dalam senyawa.

Soal 1

Tentukan bilangan oksidasi S dalam SO3!

Jawab:

Jumlah bilangan oksidasi SO3 = 0

Jumlah bilangan oksidasi O = -2

Maka:

⇒ b.o S + (3 × b.o O) = 0

⇒ b.o S + (3 × -2) = 0

⇒ b.o S + (-6) = 0

⇒ b.o S = 0 + 6

⇒ b.o S = 6

Jadi, bilangan oksidasi S dalam SO3 adalah 6.

Soal 2

Tentukan bilangan oksidasi Fe dalam Fe2O3!

Jawab:

Jumlah bilangan oksidasi Fe2O3 = 0

Jumlah bilangan oksidasi O = -2

Maka:

⇒ (2 × b.o F) + (3 × b.o O) = 0

⇒ (2 × b.o F) + (3 × -2) = 0

⇒ (2 × b.o F) + (-6) = 0

⇒ (2 × b.o F) = 0 + 6

⇒ (2 × b.o F) = 6

⇒ b.o F = 6/2

⇒ b.o F = 3

Jadi, bilangan oksidasi F adalam Fe2O3 adalah 3.